cerita part 3

13 Juli 2012 pukul 23.19 | Ditulis dalam cerita fiksi | 31 Komentar

Wuah dah hari kedua nih aku ada jauh dari kampung halaman dan merasakan panasnya terik matahari jikalau siang hari dan besarnya nyamuk jikalau matahari mulai terbenam di barat.

Rencana yang akan dilakukan oleh para pencari kerja yang ada ditampungan sementara hari ini adalah interview untuk menempatkan kami dalam salah satu link perusahaan yang bekerja sama dengan yayasan yang aku ikutin sekarang ini.

Dan  setelah waktu menunjukkan jam 9.00 pagi kita semua yang ada dipenampungan mengenakan baju putih celana hitam untuk melakukan tes wawancara yang baru pertama kali dalam hidupku melakukannya dalam situasi seperti sekarang ini.

Dan pesertapun dipanggil satu persatu untuk mendapatkan eksekusi wawancara dan akupun mendapatkan giliran yang paling belakang dan deg deg serr..

Proses wawancara yang membutuhkan waktu sekitar 15 menitanpun terlaksana dan hanya dilakukan pertanyaan pertanyaan yang mendasar dan seperti hanya untuk syarat aja. Tak seperti yang aku bayangkan bahwasannya tes wawancara itu sulit dan mengerikan, tetepi ternyata hanya begitu-begitu aja. Atau karena hanya sebatas sarat aja ? Tapi ya terserah yang ada dalam pikiranku hanyalah bisa dapet pekerjaan lha wong sudah jauh jauh dateng dari jawa.

Dan setelah acara wawancaraberakhir semua disuruh untuk siap siap karena sore harinya semua akan diantarkan kesuatu tempat yang pada nantinya akan dijadikan tempat kami bermukim dan menjadi tempat tinggal selama kami bekerja.

Dan sore hari yang cerah dan hanya sedikit awan putih menyelimuti langit menyertai persiapanku mengemasi semua barang-barang yang aku bawa agar tidak ada yang ketinggalan.

Sambil menunggu dan memanfaatkan waktu aku beserta temanku berkeliling komplek dan melihat lihat suasana perumahan pada sore hari dan mengamati kegiatan kegiatan penduduk perumahan tersebut. Sambil melihat lihat kita menemukan lapangan voli beserta pemuda pemuda yang sedang berlatih voli dan bergabunglah kami untuk mengikutinya walau kemampuanku yang masih rata-rata bawah tetep hajar…

Dan setelah sore menjelang malampun kita semua diantarkan sebuahkendaraan kecil rame reme menuju kesebuah tempat didaerah Karawang timur.

Tapi yang bikin kecewa sekali lagi bahwasannya kami masih dimintai biaya transport sebesar 15.000 untuk mengantarkan kami sampai ketujuan. Dan setelah semua dikumpulkan kami semua masuk kedalam mobil dan mulailah perjalanan yang melewati pinggir sungai Kali malang dan entah melewati jalan yang kecil dan berkelok kelok dan setelah berhenti terhamparlah sawah dalam pandangan didepan kami walau pada mala hari terlihat remang remang.

Wuahhhhhhhhhhhhhhhh……………………………… ❓

 

bersambung…

Iklan

Cerita part 2

9 Juli 2012 pukul 00.00 | Ditulis dalam cerita fiksi | 6 Komentar

Dan perjalanan semalampun dilanjutkan dengan melewati rute pantura. Karena hari sudah menjelang senja matapun hanya dapat melihat keindahan jalan pantura sampai radius yang terkena sinar lampu kendaraan bermotor lain serta lampu jalan saja. Keheningan dalam buspun disertai dengan dinginnya AC yang bikin menggigil kedinginan.

Perjalanan disertai canda tawa beserta teman teman seangkatan dalam menempuh kehidupan yang baru yang akan menghadang kami di Jakarta kelak.

Singkat cerita dalam semalampun bus sampai ke Jakarta. Tapi ternyata bukan di Jakarta, tetapi Cikarang. Dan dengan masih bingung karena orang udik ini kami semua diantarkan ke Graha Chemko daerah Lemah Abang. Disinilah masalah pertama kami timbul.

Setelah administrasi terjadi dan kita semua diserahkan ke pengurus mes dan berbaurlah aku dengan manusia-manusia pencari kerja dari berbagai daerah dan kebanyakan adalah pemuda pemuda dari jawa (Boyolali, Pemalang, Tegal, Brebes, Pekalongan, Kebumen dan masih banyak lagi dari daerah lain dikumpulin dalam satu tempat untuk mengikuti test selanjutnya yaitu wawancara.

Hari pertama diisi dengan istirahat dan pengenalan mes serta penghuni lain. Setelah waktu mendekati siang aku cari makan dan setelah bayar “Wow….. mahal banget bro, apa cukup uang kita kalo makan kayak begini terus dan tidak tahu sampai kapan kita berada di mes” kataku dalam hati.

Mungkin karena belum tahu harga di kota besar makanya saya malah takut jikalau uang untuk pegangan habis sebelum kita mendapatkan pekerjaan. Dengan rasa was was mulailah ilmu ngirit aku terapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada nantinya.

Dan waktupun bergeser seiring dengan pergerakan matahari mulai condong kebarat. Nguing nguing…. plak…plak… Itulah suara nyamuk yang sebesar besar sapu lidi berterbangan mencari mangsa dan tangan menghalau hewan penyedot darah itu bekerja. “parah nih, nyamuk segene gini gimana kalo tidur?”. Itulah komentar pertama untuk masalah nyamuk pengganggu.

Dan srunthulll………

Tikus segede kucing lewat depan kamar dan mengagetkan pandangan kita. “Wah kalo kayak gini gak bakalan ya kucing berani sama tikus”. dan temanku bambang pun menimpali. ” mah edan… Jelas gak berani tu kucing”….

Ternyata Disini hewan hewan yang jika dirumah hanya kecil kecil disini bisa 2 kali lipetnya… ckckckck…

Suasana sore mes kami sangatlah dingin orang orang berlalu lalang di jalan pulang kerja serta kesibukan disore hari. Didepan mes kami berdiri sebuah sekolahan SD Internasional yang gedungnya mewah seperti hotel tingkat dua dan mempunyai pekarangan yang luas disisi depannya bertatakan pot-pot bunga berjejer rapi memperindah tampilan bangunan ini. diluar pagar sekolah berdiri berjejer-jejer rumah rumah bertipe yang sama khas dengan perumahan pada umumnya. Dan di situlah saya beserta teman-teman pencari kerja bermalam dan menunggu eksekusi wawancara….

bersambung…

cerita part 1

8 Juli 2012 pukul 01.31 | Ditulis dalam cerita fiksi | 13 Komentar

Diawali dari sebuah cerita bahwa aku adalah seorang anak petani didaerah lereng bukit menoreh. Pekerjaan saat ini adalah seorang mekanik dan mempunyai sebuah toko spare part dan juga bengkel yang tergabung didalamnya. Sebelumnya perjalanan untuk mempunyai sebuah toko beserta bengkel sangatlah sulit serta membutuhkan banyak tantangan dalam mendapatkanya.

Perkenalkan aku Nuriman dan biasa dipanggil Nunk oleh ibuku dan serta teman temanku. Dan beginilah ceritaku dimulai

Cinta dan karir..

Itulah garis perjalananku dimulai..

Lulus sekolah dari sebuah sekolahan swasta yang terkenal mahal di kota aku yang anak seorang petani ini harus berjuang untuk tetap dapat lulus sekolah. Orang tua yang membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan sekolah serta kebutuhan sehari hari tanpa lelah dan tanpa mengeluh. “yang penting untuk kesenangan anak gak apa apa”.

Sebelum aku dapatkan sebuah ijazah tanda kelulusanku dengan berjuang mencari pekerjaan akupun alhamdulillah bisa mendapatkan sebuah pekerjaan di pabrik yang ada di Jakarta. Tetapi dengan kebanyakan para calo pekerjaan zaman sekarang akupun termasuk dalam orang yang kena tipu dalam hal tersebut.

Dalih untuk mendapatkan pekerjaan apapun ternyata dilakukan walaupun dengan membayar sejumlah uang demi sebuah pekerjaan. “Hidup ini adalah sebuah proses, apapun hasilnya kita sebagai manusia hanya selalu pasrah hanya kepada gusti Allah le”. Itulah kata kata yang selalu aku ingat dari ibuku tercinta.

“Mak, tapi bayar Rp1.300.000 gak apa emangnya”.kataku ketika ngomong sama ibu untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.

“Gak popo nunk, yang penting dapat kerjaan dan buat kamu belajar untuk menapaki kehidupan”.

Dan singkat ceritapun aku dikasih uang untuk bayar itu syarat-syarat administrasi agar bisa dapetin pekerjaan di Jakarta. Dan seminggupun berlalu dan hari keberangatanku ke Jakartapun akhirnya terlaksana juga.

Sebelum keberangkatanku dirumah sudah berkumpul semua keluargaku untuk perpisahan pertama kalinya dalam hidup aku jauh dari rumah yaitu ke Jakarta.

“Mak, Pak nur pingin pamit kepada kalian kalau nur akan ke Jakarta hari ini”. Dengan meneteskan airmata akupun perpamitan kepada kedua orang tuaku.

“Nunk, mamak, bapak merestuimu yo le, hati- hati disana, jaga diri baik baik serta jaga omonganmu kepada semua orang karena orang itu wataknya berbeda-beda. Serta jika kamu sudah sampai sana lekas kabarin rumah ya….”.

Setelah pamitan kepada kedua orang tua akupun berpamitan kepada sodara-sodara dari iyu (mbak) Umi, kang Muslih, Fatimah, serta adik perempuanku yang paling bandel Aminah. Semua orang menangis mengantar kepergianku termasuk aku sendiri. Ternyata sangat sangat menyedihkan jika kita meninggalkan orang-orang yang kita sayangi. Sudah kucoba tahan airmataku biar tidak mengalir tetapi apalah daya, tetap saja air mataku tidak dapat kubendung sedikitpun.

Dan setelah semua berpamitan akupun kemudian dianter kang Muslih ke tempat berkumpul beserta teman temanku dan menuju ke Dayakan untuk kemudian menuju ke Prambanan dan setelah cek segala kelengkapan kitapun kemudian ke terminal Klaten untuk menaiki bus ke Jakarta. Disini aku mendapatkan teman baru asal Klaten  bernama Ardi dan Beni.

Dan setelah berkenalan dan jam menunjukkan 15.00 kita semua memasuki bus dan berangkatlah ke Jakarta. Pertama kali menaiki bus jarak jauh serta pertama kali pula meninggalkan Kulon Progo tercinta. Selamat tinggal kotaku dan tunggu aku Jakarta, aku akan menaklukkanmu.

 

Bersambung…..

 

 


Entries dan komentar feeds.